Phone

0858-7983-2740

Email

[email protected]

Jam Buka

Senin - Sabtu: 09.00 - 17.00

Membatik bisa dilakukan dengan berbagai macam cara atau metode. Berbagai macam teknik membatik yang sering digunakan oleh masyarakat antara lain teknik celup, teknik canting tulis, teknik cap, teknik colet dan teknik printing. Teknik pembuatan batik yang paling tua adalah batik tulis dimana proses pembuatannya masih menggunakan alat canting tradisional. Sedangkan memasuki abad ke 20, mulai dikenalkan proses pembuatan batik dengan cara di cap. Proses ini lebih cepat bila dibandingkan dengan teknik batik tulis.

Batik cap didefinisikan sebagai salah satu teknik proses produksi batik dengan menggunakan cap. Alat dan bentuk Canting cap ini seperti stempel dengan ukuran yang lebih besar dan motif yang berbeda-beda.Bahan yang dipakai buat mencap sama seperti pakai canting yaitu menggunakan malam atau lilin yang dipanaskan. Dibandingkan dengan batik tulis, jenis batik menggunakan canting cap ini lebih cepat dalam proses pembuatannya.

Pada awalnya cap yang dipakai adalah menggunakan potongan ubi yang diukir motif batik, namun kurang efektif karena ubi tidak tahan lama. Kemudian mengembangkan cap dari bahan dasar kayu. Memang dengan bahan kayu lebih awet namun apabila ditempelkan di kain membuat warnanya kurang bagus. Dari situlah mulai dikenalkan canting cap berbahan dasar tembaga yang dipatri dengan timah dan gagang besi

Namun Tahukah anda jika bahan yang digunakan untuk canting cap batik ini bisa memakai dari limbah  ? Berikut ini  beberapa limbah yang bisa kita pakai dalam pembuatan batik cap.

  • Limbah Kertas

Limbah kertas yang tidak berguna ternyata bisa dikreasikan menjadi sebuah canting cap yang unik. Konon inovasi alat canting dari kertas ini diinisasi oleh Nurrohmad alumni Institut Seni Indonesia Jogyakarta.

Selain menghemat pengeluaran, menggunakan limbah kertas juga bisa mengurangi penumpukan sampah. Sepintas alatnya tampak seperti alat cap batik dari logam, namun bisa dilihat lebih teliti akan terlihat bahwa bahannya terbuat dari kertas dengan ambalan kayu sebagai pegangan. Canting cap kertas ini bisa dipakai hingga ratusan kali, sehingga menekan biaya produksi sekaligus memudahkan orang membuat batik.

Bahan kertas yang digunakan bermacam – macam, tergantung dari kebutuhan motif cap yang akan dibuat. Besar kecilnya ukuran motif yang akan dibuat mempengaruhi bahan limbah kertas yang akan kita pakai.
Bahan limbah kertas yang bisa dipakai dalam pembuatan canting cap adalah kertas karton tebal, kertas pembungkus berbahan kardus seperti kardus susu, atau bungkus rokok, kertas kantong semen dan kardus nasi box / snack.

Kertas – kertas ini dipotong menjadi bilah – bilah kecil, kemudian ditempelkan pada dasaran karton menggunakan lem sesuai dengan desain motif yang kita buat.

  • Pelepah Pisang

 

Semua orang mengenal pelepah pisang, biasanya dipakai untuk mainan anak – anak. Pelepah pisang apabila kita potong terlihat rongga – rongga kecil yang cantik. Nah rongga – rongga tersebut, apabila kita jeli bisa loh dipakai untuk menjadi cap. Potong pelepah pisang menggunakan cutter atau pisau tajam. Lalu tempelkan ujung pelepah yang berongga pada malam panas, kemudian tempelkan atau aplikasikan pada kain. Dari pelepah pisang itu bisa tercipta motif bunga dengan berbagai bentuk yang cantik, motif bulu merak, daun dan lain – lain.

  • Bambu

Cap dari bambu biasanya digunakan apabila ingin membuat motif lingkaran, setengah lingkaran ataupun motif kawung. Walaupun motif yang dihasilkan tidak banyak, namun cap dari bambu ini sangat membantu. Contoh motif dari cap bambu bisa kita lihat pada gambar dibawah ini :

 

 

Recommended Articles

Leave A Comment

Your email address will not be published.